Produsen yaitu Salah Satu Komponen dalam Dunia Ekonomi dan Bisnis

Produsen yaitu istilah populer di dalam dunia ekonomi dan bisnis. Jika memandang dari sisi keilmuan, arti dari kata produsen yaitu orang atau pihak yang memproduksi barang atau jasa dengan tujuan dipasarkan atau dipasarkan.

Sebutan produsen juga acap kali diistilahkan sebagai pengusaha yang menjadikan qris slot barang dan jasa. Termasuk di dalamnya pembuat, grosir, leveransir, serta pengecer profesional, atau tiap orang ataupun badan yang meniru proses penyediaan barang dan jasa hingga ke tangan konsumen.

Dari pemahaman hal yang demikian dapat ditarik ringkasan, produsen yaitu pihak yang tak cuma menjadikan produk atau jasa, melainkan juga terlibat di dalam penyampaian atau sirkulasi produk hingga ke tangan konsumen.

Kemudian, adanya kegiatan produksi yang dikerjakan produsen bertujuan menambah nilai guna dari suatu benda atau menjadikan benda baru yang berkhasiat untuk memenuhi kepuasan orang banyak. Membahas lebih dalam mengenai apa itu produsen yaitu dan bermacam-macam aspeknya, berikut ini Liputan6.com telah melansirnya dari bermacam-macam sumber, Jumat (6/11/2020).

Pengertian Produsen

Berdasar Pasal 1 angka 3 UUPK, istilah produsen sebetulnya telah tak lagi digunakan dalam menjabarkan pengertian, fungsi erta hal-hal yang berkaitan. Istilah produsen dewasa ini telah terganti dengan istilah “pelaku usaha”, melainkan makna yang terkandung tetap sama. Lalu apa itu pelaku usaha? Berikut penjelasan lengkapnya.

“Pelaku Usaha yaitu tiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan undang-undang ataupun bukan badan undang-undang yang didirikan dan berkedudukan atau menjalankan kegiatan dalam kawasan undang-undang negara Republik Indonesia, baik sendiri ataupun bersama-sama lewat perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam bermacam-macam bidang ekonomi.”.

Jika ditarik ringkasan dari pengertian di atas, pelaku usaha atau produsen yaitu perusahaan dengan seluruh bentuk dan tipe usaha. Bagus BUMN, koperasi atau perusahaan swasta, dengan bentuk berupa pabrikan, importer, pedagang eceran atau lain sebagainya.

Kemudian, dalam rangka mempertegas makna dari barang dan/atau jasa yang dimaksud, Undang-Undang Pasal 1 angka 4 dan 5 Nomor 8 Tahun 1999 Perihal Perlindungan Konsumen ikut memberi definisi dari barang serta jasa sebagai berikut:

Barang yaitu tiap benda baik berwujud atau tak berwujud, bergerak atau tak bergerak, dapat habis atau tak, dapat diperdagangkan, digunakan, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.

Walaupun maksud dari jasa yaitu tiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan untuk masyarakat dan dimanfaatkan oleh konsumen.

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyatakan bahwa ada empat klasifikasi besar kalangan pelaku ekonomi, yang mana tiga di antaranya termasuk klasifikasi pengusaha (pelaku usaha, baik privat ataupun publik). Tiga klasifikasi hal yang demikian yaitu:

– Modal
Yakni pelaku usaha penyedia dana dan akan membiayai bermacam-macam kepentingan. Seperti perbankan, usaha leasing, “tengkulak”, dan lain sebagainya.

– Produsen
Produsen yaitu pelaku usaha yang membikin, memproduksi barang dan/atau jasa lewat barang-barang dan/atau jasa lain (bahan baku, bahan tambahan/penolong dan bahan lainnya). Produsen atau pelaku usaha dapat terdiri dari orang/badan usaha yang berkaitan dengan pangan, orang/badan usaha yang memproduksi sandang, orang/badan usaha yang berkaitan dengan pembuatan perumahan, serta lain sebagainya.

– Distributor
Distributor sendiri yaitu pelaku usaha yang mendistribusikan atau memperdagangkan barang dan/jasa terhadap masyarakat, seperti pedagang retail, pedagang kaki lima, kios, kios, supermarket, dan sejenisnya.

Hak Produsen
Pelaku usaha atau produsen yaitu salah satu komponen yang bertanggung jawab dalam mengusahakan tercapainya kesejahteraan rakyat. Karenanya tak heran jikalau di dalam perundang-undangan ada sejumlah hak dan keharusan serta hal lain yang menjadi tanggung jawab produsen.

Berdasar buku Regulasi Perlindungan Konsumen karya Celina Tri Siwi Kristiyanti, ada bermacam-macam hak-hak produsen yang dapat ditemukan, antara lain elemen-elemen yang membebaskan produsen dari tanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh konsumen, walau kerusakan timbul akibat cacat produk, dengan prasyarat yaitu.