Pemerintah Ingin Format Badan Khusus Kelola Candi Borobudur, Hukum Beres Juni 2024

Pemerintah berencana untuk membikin badan khusus yang mengelola dan merapikan Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah. Nantinya, pengelola itu akan ada di bawah Holding BUMN Pariwisata dan Pensupport, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), InJourney.

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono mengatakan pembentukan badan khusus itu sedang menunggu terbitnya undang-undang presiden (Perpres). Ia menyebut, saat ini landasan undang-undang itu telah masuk tahap finalisasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Pengerjaan perpres saat ini Kemenko Maritim dan Investasi sedang di tahap akhir, sedikit lagi, kami harap dalam satu bulan, perpres untuk single authority management dapat selesai,” ujar Maya saat dijumpai di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Badan otorita khusus itu akan disebut Taman Tamasya Borobudur (TWB). TWB akan masuk di ekosistem PT Taman Tamasya Candi (TWC) di bawah InJourney Group.

Padahal secara hierarki berada di bawah BUMN, Maya memastikan para pemangku kepentingan lainnya akan slot online 777 turut dilibatkan. Mulai dari Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Agama, sampai pemda setempat.

“Ini akan disusun dengan satu badan khusus, TWB, Taman Tamasya Borobudur, semua pemangku kepentingan terlibat untuk pengawasan, pengarahan, dan pengelolaan Candi Borobudur,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah destinasi pariwisata ikonik dikelola oleh InJouney. Di antaranya, TMII, Nusa Dua, Mandalika dan Candi Borobudur. Tujuannya, menghadirkan tata kelola yang lebih bagus dalam pengembangannya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, Candi Borobudur belum dikelola dengan maksimal. Ia menyebut, baru di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) lokasi tersebut masuk daftar destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

“DPSP ini sebelum ditangani di pemerintahan Presiden Jokowi ada sebagian kementerian yang terlibat, berkat terobosan DPSP menjadi terang, siapa yang melalukukan apa dan tak tumpang tindih,” ujar Sandi.

Sebagai perhatian serius kepada Candi Borobudur ini, kata ia, tiga kementerian telah setuju untuk mengelola lebih bagus. Termasuk agenda pemasangan Chattra di pucuk candi untuk mensupport ibadah umat Buddha.

Ini telah dibereskan dan akan siap setelah nanti perpres ditandatangani, kita dapat tindaklanjuti, termasuk pemasangan chattra sehingga umat Buddha, disiapkan juga tempat ibadah yang dapat dipakai sepanjang hari,” sebutnya.

Libur Panjang Waisak 2024, Cek Harga Karcis Masuk Candi Borobudur

Sebelumnya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memastikan harga karcis Candi Borobudur tak mengalami kenaikan saat libur panjang Waisak 2024 pada Kamis, 23 Mei 2024.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management Hetty Herawati mengatakan, harga karcis Candi Borobudur dipatok sama seperti umum. Dengan banderol Rp 50.000 per orang untuk pengunjung dewasa (di atas 10 tahun), dan Rp 25.000 untuk si kecil umur 3-10 tahun.

Sementara turis asing dewasa dikenai biaya USD 25 atau setara Rp 325.000, dan turis asing berusia 3-10 tahun dikasih biaya USD 15 atau sekitar Rp 225.000.

Tidak ada kenaikan harga karcis di saat Waisak. Jadi untuk pengunjung silakan datang dan membeli karcis secara online, segalanya tetap sama,” ujar Hetty dalam sesi konferensi pers Waisak 2024 di Gedung Sarinah, Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Kendati seperti itu, Hetty minta calon pengunjung mencermati semua undang-undang untuk dapat masuk ke Candi Borobudur, utamanya selama perayaan Waisak 2024. “Asal, mencontoh dan menghormati prosesi ibadah yang ada layak dengan tema kita tahun ini, yaitu enlightened in the harmony,” imbuhnya.

Menimpali pernyataan itu, Direktur Pemasaran & Program Pariwisata InJourney Maya Watono menambahkan, acara perayaan Waisak 2024 di Borobudur akan mengedepankan kesakralan dan kekhusyukan.

Adapun persyaratan tersebut dapat diperhatikan lewat web injourney.id, akun Instagram resmi InJourney, sampai yang dikenalkan oleh Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI).

“Untuk para pengunjung, kita akan berikan do’s & don’ts juga. Kami mengundang sebanyak mungkin, tapi dengan rapi, itu yang kita inginkan. Jadi pastinya kita akan berikan do’s and don’ts semisal baju malah kita minta warnanya sama semua, agar tampak rapi,” tuturnya.

“Juga tak lalu lalang. Mungkin jikalau yang lalu aku memandang ada yang masih mengisap rokok dan sebagainya, itu kita akan larang,” tegas Maya.