Parah, Ibu Tiri Dan Ayah Kandung Tega Menganiaya Anak Sendiri Karna Masalah Sepele

Beberapa hari paling akhir beredar viral di tempat sosial (medsos) sebuah video seorang anak yang dianggap kuat dianiaya oleh orangtuanya. Dalam video selanjutnya muncul anak itu mengalami luka lebam di sekujur tubuh.

Mendapatkan Info tersebut, Polresta Gorontalo Kota segera merespons cepat itu. Pihak kepolisian segera datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan segera lakukan penyelidikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tindakan kekerasan itu tega dilaksanakan judi bola terpercaya oleh ibu tiri, berinisial MB (22). MB sendiri dianggap jadi pelaku utama didalam kasus kekerasan yang sebabkan anak tirinya cedera berat.

Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonardo Widharta mengonfirmasi, MB sudah diamankan di area Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) sejak Jumat kemarin, (8/12/2023).

Laporan formal terhitung sudah diterima pihak kepolisian berasal dari seorang saksi yang memandang anak selanjutnya mengalami luka sementara masuk sekolah.

“Hari ini kami menerima laporan formal berasal dari saksi yang memandang bocah selanjutnya mengalami luka sementara masuk sekolah,” kata Kompol Leonardo.

Tindakan kekerasan selanjutnya dianggap berlangsung karena MB kesal pada korban yang sering mengambil makanan di didalam lemari. Pelaku MB beralasan, makanan selanjutnya bukan cuma punya mereka namun terhitung punya orang lain yang tinggal di rumah.

“Tanpa pikir panjang, MB segera lakukan penganiayaan kepada anaknya. Aksi MB itu terbongkar sementara tersedia yang memandang luka lebam anak itu dan viral di medsos,” ujarnya.

Dalam video yang sudah diunggah di tempat sosial sudah dibagikan ribuan kali oleh warganet. Dalam video itu muncul seorang bocah mengalami luka di bagian punggung, telinga, dan pipi sebelah kiri akibat penganiayaan.

“Saat ini, ibu tiri dan bapak kandung masih menekuni pemeriksaan dan penyelidikan di area UPPA,” kata Leonardo

Saat ini, korban sedang dirawat di Rumah Perlindungan punya Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo. Korban tidak cuma mengalami kekerasan fisik, namun mental dan psikologi anak terhitung terganggu.