Kalah Dalam Praperadilan Eks Wakil Bupati Flores Timur Siap Dijemput Paksa

Gugatan praperadilan Eks Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli ditolak hakim Pengadilan Negeri Larantuka, Senin, 3 Juni 2024.

Agus Boli sebelumnya menggugat kejaksaan negeri Flores Timur lantaran tak terima ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dunia online desa tahun 2018 dan 2019.

Hakim Tunggal, Indera Septiana, menolak segala permohonan Agus Payong Boli selaku pemohon dalam sidang putusan slot depo qris yang dihadiri Regu Kuasa Aturannya, Yosep Ipi Daton, Hairun Tokan, Eno Hurint, dan Stefanus Suban.

“Hakim praperadilan menolak segala permohonan pemohon,” kata Indera.

Indera menyebut penetapan Agus Boli sebagai tersangka sesuai dengan prosedur tata tertib yang berlaku.

“Segala bukti dan argumen yang diajukan serta anggapan ahli, karenanya pengadilan menilai penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Flores Timur dilaksanakan sesuai ketetapan perundang-undangan,” ujarnya.

Kuasa Undang-undang Agus Payong Boli, Yosep Ipi Daton, masih pikir-pikir dengan putusan itu. Pihaknya akan mengonfirmasi kliennya untuk upaya banding atau menguji materiil dalam sidang pengadilan nantinya.

“Masih pikir-pikir. Tentunya kami komunikasi dahulu, kira-kira dengan putusan ini seperti apa,” ujarnya.

Potensi Tersangka Baru
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Flores Timur, I Gede Indera Hari Prabowo, menceritakan ada potensi tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan Cara Info Desa (SID) tahun 2018 dan 2019 itu.

“Ada potensi penambahan tersangka baru. Potensinya itu besar,” katanya usai meniru sidang putusan praperadilan.

Indera blak-blakan menyebut nama-nama yang punya andil dalam kasus itu. Mereka berinisial MI selaku Direktur CV Bunda Sakti dan TL selaku Direktur CV Rajawali.

“Ada nama-nama yang masuk dalam putusan, ada MI dan TL. Sebab pertanggungjawaban pasti ada di direktur masing-masing,” katanya.

Indera mengaku akan memanggil dua orang tersebut untuk dimintai keterangan, melainkan ia belum menjelaskan kapan keduanya dipanggil.

“Nanti dahulu, nanti kita jadwalkan, yang satunya ini saja belum kooperatif,” sebutnya.

Dia menambahkan, seandainya Agus Payong Boli tak kooperatif, karenanya pihaknya akan mengerjakan penjemputan secara paksa.

“Nanti kita lihat, nanti (Agus Boli) dijemput aja,” pungkas Indera Prabowo.

Dikenal, proyek dunia online desa atau pengadaan Cara Info Desa (SID) ini dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019 dengan anggaran yang bersumber dari 44 desa di Flores Timur senilai Rp 1,4 miliar.

Dalam cara kerjanya, proyek SID diduga diselewengkan hingga mengalami kerugian negara Rp 635 juta.

Jaksa hingga sekarang sudah memastikan tiga tersangka, satu diantaranya eks Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli