Ekonomi Sirkular dan Bisnis Berkelanjutan Modal Jaga Kelestarian Lingkungan

Perubahan iklim berpengaruh betul-betul luas pada kehidupan masyarakat termasuk memberi pengaruh pelbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian dan ekosistem kawasan pesisir. Situasi ini juga mensupport banyak pelaku usaha untuk melaksanakan bisnis berkelanjutan.

Perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan, namun juga melaksanakan bisnis yang ramah lingkungan (planet) dan mempunyai janji terhadap pemberdayaan masyarakat (people).

Lebih dari itu, urgensi bisnis berkelanjutan sudah menjadi slot online 77 sebuah keperluan perusahaan di masa depan.Berbagai pendekatan kemudian diterapkan dalam pengerjaannya, di antaranya Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Environment, Social, and Governance (ESG)

Implementasinya diinginkan dapat menghadirkan akibat positif di kawasan operasional perusahaan, sekalian sanggup menjadi sarana relasi baik dengan masyarakat sekitar dan pemerintah.

Hal ini yaitu sebuah langkah bagi korporasi untuk dapat melaksanakan bisnisnya dengan baik, sekalian menghadirkan inklusi sosial dikala perusahaan dan masyarakat di sekitarnya dapat berjalan dan maju bersama.

Menanggapi perubahan iklim serta kaitannya dengan operasi bisnis berkelanjutan yang dilaksanakan perusahaan, tokoh pemerhati lingkungan, Alexander Sonny Keraf, menyajikan, isu yang berkembang dikala ini bukan hanya perubahan iklim, namun juga akibat lingkungan dari kesibukan ekonomi sejak revolusi industri.

Pasalnya, sejak revolusi industri terjadi, sebagian besar industri menerapkan tenaga fosil sebagai pionir operasi perusahaan.

Bagi mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden KH Abdurahman Wahid ini, ada empat akibat dari revolusi industri yaitu berupa pencemaran baik udara, air, lahan, lalu kerusakan lingkungan seperti hutan sampai kerusakan lapisan ozon.

“Ketiga yaitu kepunahan aneka variasi hayati baik flora dan fauna yang yaitu sumber pangan dan obat-obatan sekalian rantai kehidupan. Barulah berikutnya yang keempat kita sebut sebagai pemanasan global dan perubahan iklim dengan imbasnya yang dahsyat termasuk berkembang biaknya penyakit lama ataupun penyakit baru,” kata tamatan jurusan filsafat Universitas Leuven Belgia ini, dikutip, Minggu (29/5/2022).

Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan oleh para pelaku usaha, berdasarkan Sonny, yaitu dilaksanakannya konsep ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular yaitu contoh industri baru yang berkonsentrasi pada reducing, reusing, dan recycling yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber tenaga primer dan produksi limbah.

“Dikala ini dunia usaha menyadari pentingnya tanggung jawab yang berkelanjutan bagi keberlangsungan kelompok sosial dan lingkungan. Sementara konsumen secara global juga mulai sadar dan khawatir dengan krisis bumi dan krisis iklim, yang membuat mereka semakin menuntut produk dan contoh bisnis yang ramah lingkungan,” kata Sonny.