Cuaca Indonesia Hari Ini Sabtu 23 Maret 2024: Mayoritas Langit Pagi Cerah Berawan di Akhir Pekan

Pada akhir minggu, Sabtu (23/3/2024) langit pagi Indonesia sebagian diprediksi cemerlang, berawan, cemerlang berawan, dan hujan ringan. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Berdasarkan laporan cuaca yang dikenalkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melewati web resminya www.bmkg.go.id, hujan ringan pagi hari ini diprediksi hanya akan turun di Jambi, Mamuju, dan Kendari.

Lalu di siang nanti, cuaca Indonesia diprakirakan sebagiannya cemerlang, berawan, cemerlang berawan, berawan tebal, hujan ringan, dan hujan petir.

Wilayah Gorontalo, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Mataram, Kota Jayapura, Manokwari, Pekanbaru, Kendari, Padang, dan Medan diprediksi diguyur hujan ringan pada siang nanti.

Waspada siang nanti hujan petir diprakirakan BMKG bakal ada di langit Pontianak, Bandar Lampung, dan Kupang.

Untuk malam hari nanti sebagian wilayah Indonesia diprediksi berawan, cemerlang berawan, berawan tebal, hujan ringan, dan hujan sedang.

Hujan dengan intensitas ringan malam nanti diprakirakan numerounosantaclarita.com guyur wilayah Bengkulu, Jambi, Bandung, Surabaya, Tarakan, dan Pekanbaru.

Cuaca hujan berintensitas sedang diprediksi guyur Kota Jayapura dan Medan pada malam hari nanti.

Berikut isu prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari web resmi BMKG:

BMKG: Puncak Kemarau Juli-Agustus 2024, Ada Potensi Kekeringan dan Karhutla

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2024 terjadi pada Juli dan Agustus. Sedangkan musim kemarau dimulai pada April.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan, daerah yang mengalami puncak kemarau pada Juli meliputi sebagian besar Pulau Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat, dan sebagian Kalimantan Utara.

Sedangkan untuk Agustus meliputi sebagian Sumatera Selatan, Jawa Timur, sebagian besar Pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian Pulau Papua.

Dwikorita menjelaskan, sifat musim kemarau 2024 biasanya bersifat normal dengan cakupan 359 ZOM (51 persen). Tapi, terdapat sebagian daerah dengan sifat di bawah normal seperti sebagian kecil Riau, Bangka Belitung, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Jawa Timur, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua bagian Selatan.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi kemarau, terutamanya untuk daerah yang bersifat bawah normal. Karena, ada potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

\\\”Terdapat potensi kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan di sebagian daerah,\\\” ujar Dwikorita dalam konferensi pers, Jumat 15 Maret 2024.

Imbauan BMKG pada Sejumlah Pihak

Dwikorita mengimbau kepada kelompok/lembaga, pemerintah daerah (pemda), dan segala masyarakat mengambil langkah antisipatif guna menghadapi musim kemarau 2024.

Untuk wilayah yang diprediksi mengalami kemarau atas normal (lebih berair) akan berpengaruh pada tanaman pertanian dan hortikultura yang peka kepada curah hujan tinggi.

\\\”Kami mengimbau kepada petani untuk memandang jenis dan pola tanam untuk daerah yang diprediksi mengalami kemarau bersifat atas normal,\\\” ujar Dwikorita.

BMKG juga mengimbau pemda di wilayah yang diprediksi bersifat bawah normal (lebih kering) untuk mengoptimalkan penyimpanan air pada akhir musim hujan guna memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melewati gerakan memanen air hujan.