Bayu Krisnamurthi: Metode Pangan atau Perberasan Kita Memang Wajib Dibereskan Ulang

Semenjak 1 Desember 2023, Bayu Krisnamurthi menempati posisi baru sebagai Direktur Utama Badan Urusan Logistik atau Bulog. Tak ada yang menyangsikan pengangkatan Bayu menggantikan Budi Waseso karena sosoknya bukan nama baru di sektor pangan.

Dilahirkan di Manado, Sulawesi Utara pada 18 Oktober 1964, Bayu menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987. Ia kemudian menempuh pendidikan Magister Sains di bidang Ekonomi Pertanian di kampus yang sama dan lulus pada 1991.

Sesudah itu, Bayu menempuh gelar Doktoralnya di bidang Ekonomi slot spaceman Pertanian, masih di IPB, dan lulus pada 1998. untuk kemudian menjadi dosen di almamaternya sampai menjabat Guru Besar Agribisnis FEM IPB.

Pada saat yang sama Bayu juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Sentra Studi Pembangunan IPB (2000-2005) untuk kemudian diangkat menjadi Direktur Sentra Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB pada periode 2005-2006.

Kariernya di pemerintahan dan korporasi diawali pada 2005 saat menjadi Staf Pakar Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Penanggulangan Kemiskinan. Bayu malah aktif sebagai Pelaksana Harian Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan.

Karier Bayu di pemerintahan terus menanjak saat dia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Bayu mengantar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono semenjak 6 Januari 2010 sampai perombakan kabinet diumumkan pada 18 Oktober 2011.

Dalam perombakan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggeser Bayu menjadi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) menggantikan Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini yang kala itu dirotasi menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Jabatan sebagai Wamendag terus diatur Bayu sampai masa pemerintahan SBY berakhir pada 20 Oktober 2014. Selama periode jabatannya di Kementerian Perdagangan, Bayu Krisnamurthi malah sempat ditunjuk beberapa saat sebagai Plt Menteri Perdagangan (Mendag) menggantikan Gita Wirjawan, dan kembali jadi wakil sesudah SBY menunjuk Muhammad Lutfi sebagai Mendag sampai akhir periode kekuasaannya.

Semenjak masa ini, hakekatnya Bayu sudah mulai bersentuhan dengan Bulog, tepatnya saat menjabat sebagai Member Dewan Pengawas Perum Bulog pada periode 2007-2015. Berbekal sejumlah pengalaman hal yang demikian, dia kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) (2015-2017).

Selanjutnya, Bayu dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 2021, yang kelak menjadi induk Holding BUMN Pangan dengan corporate brand name ID FOOD. Ia lantas ditugaskan kembali menjadi Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog semenjak 4 Juli 2023, sebelum alhasil dilantik sebagai Dirut Bulog awal Desember lalu.