Bahaya, Adat Korupsi Rusak Integritas Bisnis dan Ekonomi Negara

Bisnis yang berlandaskan skor-skor etika yang kuat diinginkan mewujudkan lingkungan bisnis yang sehat, berkelanjutan, serta berpengaruh mensejahterakan rakyat di sebuah negara.

Wakil Ketua III Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga IPMI Agus Loekman mengatakan, pelanggaran etika bisnis seperti kasus suap dan korupsi dalam suatu perusahaan bisa merusak kepercayaan mitra bisnis dan konsumen atau masyarakat yang sudah dibangun dengan sulit payah semenjak lama.

“Penting bagi pelaku bisnis untuk menjaga relasi dengan mitra secara terbuka slot deposit qris 5000 dan transparan, serta saling memahami niat dalam pencapaian keuntungan dan penanggungan kerugian dalam suatu relasi bisnis. Tindakan curang pada akhirnya bisa memunculkan kerugian materiil dan immateriil bagi masyarakat serta lingkungan sekitar,” ujarnya dikutip Jumat (15/9/2023).

Menurutnya, pemangku kebijakan berperan penting dalam menyelesaikan spot lemah di dalam pengaplikasian etika bisnis demi terjaganya integritas lingkungan bisnis. Pelanggaran etika bisnis berpotensi sekaligus pelanggaran peraturan peraturan pidana apalagi seandainya penegakan peraturan di dunia bisnis lemah.

Dalam diskusi publik Korupsi dan Tindak Kezaliman terhadap Perempuan yang digelar IPMI dan SPAK (Aku Perempuan Anti-Korupsi), Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Iskak, mengatakan, KPK mempunyai kewenangan terbatas dalam melakukan penindakan terhadap perilaku koruptif di masyarakat.

“Cuma penyelenggara negara saja yang bisa berperkara di KPK. Tapi kami bisa menjadi pemicu bagi aparat penegak peraturan lainnya untuk melakukan penindakan terhadap perilaku kecurangan hal yang demikian. Maka dari itu KPK seharusnya senantiasa bekerjasama dengan berjenis-jenis pihak, termasuk para wanita yang bisa menjadi agen perubahan terhadap perilaku koruptif ini,” jelasnya.

Agen Pencegahan Korupsi
Menurutnya, perempuan sebagai agen pencegahan korupsi yang strategis sebab perilaku koruptif lazimnya berawal dari keluarga inti. “Dengan mengajari terhadap anak-anak untuk menghindari perilaku koruptif bisa membentuk lingkaran integritas di dalam keluarga untuk menolak korupsi,” imbuhnya.

Sementara Komisioner Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan) Prof. Alimatul Qibtiyah mengatakan, tindak pidana korupsi berasal dari perilaku koruptif yang diajar oleh lingkungan terdekat.

Merupakan ibu yang mengontrol peranan kunci dalam pendidikan etika dalam keluarga. “Studi KPK menceritakan bahwa cuma 4 persen orangtua yang cakap mengajari kejujuran pada anak-anaknya,” pungkasnya.